KHAWATIR MASALAH PARKIR, MABA DILARANG BAWA MOTOR

0
Karikatur by: Tete

Senin (14/08), Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Malang (UM) dimulai. Mahasiswa baru (Maba) cukup antusias, dibuktikan dengan banyaknya Maba yang hadir lebih awal dari jadwal yang ditentukan.

Meski begitu, masih terdapat banyak pelanggaran yang dilakukan Maba pada hari pertama PKKMB ini. Salah satunya, adanya Maba yang membawa motor saat PKKMB. Berdasarkan Peraturan Rektor UM Nomor 9 Tahun 2017 tentang Pedoman PKKMB UM Tahun Akademik 2017/2018 Bab VIII mengenai Tata Tertib Peserta, disebutkan dalam Pasal 12 Ayat 3e bahwa peserta dilarang menggunakan kendaraan bermotor selama PKKMB.

Popi Nelawati, Maba Pendidikan Guru Sekolah Dasar terpaksa harus membawa motor karena rumahnya jauh. “Rumah saya di Batu, jadi saya membawa motor dan parkir di pujasera dekat MX agar tidak mendapat sanksi.” Hal senada juga diungkapkan oleh M. Zulkifli Zuchdi, Maba Hukum dan Kewarganegaraan. Ia menyatakan bahwa teman-temannya yang membawa motor menyiasati dengan parkir di luar UM. Hari pertama ini, Maba yang melanggar hanya diberi sanksi peringatan dari Panitia Pengawas.

Menurut Ahmad Rofiuddin, Rektor UM, tata tertib ini pada dasarnya bukan bertujuan melarang sama sekali, melainkan untuk menyiasati sulitnya pengaturan parkir bila sebagian besar Maba membawa motor. Hal ini juga imbas dari adanya pembangunan Gedung Graha Rektorat yang menyebabkan akses Gerbang Semarang ditutup dan hanya tersisa dua gerbang untuk digunakan.

Ekki Septian Putra, Ketua Pelaksana PKKMB 2017, menyampaikan bahwa telah berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk masalah tersebut. “Maba memang dihimbau untuk tidak membawa kendaraan bermotor, namun satpam dan bagian keamanan tetap disiagakan.” Ia juga menjelaskan, mekanisme untuk kebijakan lanjutan juga diatur oleh pihak keamanan dan Maba diarahkan untuk memarkir motor di fakultas masing-masing. (bil/tte//pti)

Tinggalkan Balasan