Pilmapres UM 2019, Ajang Bergengsi Cetak Prestasi

0
Para Juara Mawapres melakukan sesi foto bersama pada Malam Penganugerahaan Pilmapres 2019 di Graha Cakrawala UM, Rabu (20/3). Foto: Nabila SIAR

Universitas Negeri Malang – Ajang tahunan bergengsi, malam penganugerahan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) di Graha Cakrawala (20/3), menghasilkan generasi baru berprestasi yang siap untuk terjun berkompetisi di kancah nasional membawa nama baik almamater. Kegiatan Pilmapres ini diikuti oleh 26 finalis mahasiswa berprestasi baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

Sebelumnya, Pilmapres telah melalui serangkaian kegiatan yang dimulai dari 20 Februari 2019. Diawali dengan seleksi tingkat fakultas, peserta yang lolos mengikuti seleksi lanjut di tingkat universitas. Proses seleksi yang dilaksanakan berupa tes tulis Bahasa Inggris, tes wawancara prestasi, Focus Group Discussion (FGD), dan tes Bahasa Inggris aktif. Selanjutnya, peserta yang mengikuti seleksi tingkat universitas juga mendapat pembekalan materi public speaking, personal fisik, personal branding, motivasi, dan FGD.

Heny Kusdiyanti selaku Ketua Pelaksana menyampaikan dalam pidato sambutannya, bahwa setiap tahun UM selalu lolos menjadi finalis Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) di tingkat nasional baik untuk program sarjana maupun diploma. “Mudah-mudahan UM bisa kembali menjadi finalis sekaligus juara Mawapres untuk tahun ini,” harapnya.

Piala dan medali kemenangan Pilmapres 2019 Program Sarjana dianugerahkan kepada Laksamana Fadian Zuhad R. dari Fakultas Sastra (Juara I), Rahadian Dimas Dody dari Fakultas Sastra (Juara II), dan Ari Gunawan dari Fakultas Ekonomi (Juara III).

Sementara medali kemenangan di Program Diploma berhasil diraih oleh Septiana Indriani K. dari Fakultas Ekonomi (Juara I) dan Muhammad Andi dari Fakultas Teknik (Juara 2). Gelar Mawapres Berbakat jatuh kepada Syahroni Al-Khadzir dari Fakultas Ilmu Sosial dan M. Faiz Alaudin dari Fakultas Teknik sebagai Mawapres Favorit.

Setelah berhasil menjadi Mawapres I di UM Program Sarjana, Laksamana akan menyiapkan diri untuk lanjut ke kompetisi Mawapres tingkat nasional. “Sebelum submit CV saya ke tingkat nasional, saya harus banyak melakukan publikasi dan mengejar MUN (Model United Nations) karena jika tidak begitu CV saya akan tertinggal dari UI atau UGM,” tuturnya pada sesi wawancara.

Septiana selaku Mawapres I Program Diploma juga mengungkapkan kesiapannya untuk melaju ke tingkat nasional. “Saya harus mempersiapkan banyak hal untuk bekal saya ke tingkat nasional, ini merupakan amanat yang harus saya jaga dan emban dengan baik,” ujarnya. (rzk//bil)

Tinggalkan Balasan