Sasana Budaya,  Universitas Negeri Malang (UM) (9/10) berlangsung kegiatan pembukaan Pameran Karya (PK) 2017 Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis (UKMP) UM. PK merupakan program tahunan yang diadakan oleh UKMP. PK 2017 akan diadakan selama lima hari berturut-turut, mulai Senin  hingga Jumat  dengan serangkaian acara yang berbeda.

Hari pertama, yaitu Senin (9/10) merupakan pembukaan PK yang dibuka dengan peluncuran karya-karya anggota UKMP.  Hari kedua,  Selasa (10/10) acara PK berfokus pada bidang kepenulisan Labostra yang bertajuk “Malam Sastra”. Hari ketiga,  Rabu (11/10), PK berfokus pada bidang kepenulisan Inkubator yang bertajuk “Malam Ilmiah”. Hari keempat,  Kamis (12/10) PK berfokus pada bidang kepenulisan jurnalistik yang bertajuk “Journalism Day“. Pada hari terakhir,  Jumat (13/10) merupakan acara penutupan PK yang ditutup dengan Talkshow Inspiratif dengan Guest Star Fiersa Besari.

Di tahun 2017 ini PK mengangkat tema “Seribu Rasa Sejuta Aksara”. Fikri Mustopo, Ketua Pelaksana PK 2017 mengatakan diangkatnya tema ini karena terinspirasi dengan anggota UKMP yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda, namun dapat dijadikan dalam satu wadah,yaitu literasi. “Satu rasa itu maksudnya anak UKMP kan dari berbagai fakultas dan keahlian yang berbeda-beda tapi meski begitu mereka disatukan dalam kecintaan pada dunia literasi,” tutur Fikri. Ia pun menambahkan makna dari sejuta aksara, yaitu para anggota UKMP berkarya dari berbagai perspektif yang berbeda dengan pikiran mereka sendiri-sendiri.

Ismail Lutfi, Pembina UKMP saat sambutannya mengatakan, ” Melalui UKMP ini ilmu yang dapat disebarluaskan tidak hanya di bidang sastranya tapi juga penulisan ilmiahnya, ” tutur Dosen Fakultas Ilmu Sosial ini.

PK 2017 ini dibuka dengan Launching karya tiga bidang penulisan UKMP, yaitu Labostra, Inkubator, dan Siar. Launching pertama, yaitu launching aplikasi online UKMPad.  Aplikasi ini dapat diunduh di web UKMP,  www.ukmp.um.ac.id. Kemudian, dilanjutkan dengan launching antologi sastra dari labostra yang dimoderatori oleh Asyifa Alifia. Antologi ini diberi judul Album Karya Sastra (Akastra). Adapun pembedah dari Akastra, yaitu  Ahmad Junaidi dan Fatima Tuzzaroh. Fatima mengatakan bahwa Akastra merupakan cerminan dari anggota UKMP. Di dalamnya memuat kumpulan cerpen, puisi, dan sinopsis. “Untuk sinopsis merupakan karya dari anak-anak UKMP yang mengikuti mentoring novel. Di mana sinopsis ini merupakan bagian dari proyek novel yang akan mereka buat,” ungkap Fatim. “Akastra sebagian besar merupaak curhatan hati,” tambahnya.

Di akhir sesi launching Akastra Ahmad Junaidi mengungkapkan harapannya. “Saya berharap teman-teman dari UKM penulis terus meningkatkan literasinya,” ucap Junaidi.

Usai launching Akastra,  kegiatan dilanjutkan dengan launching Inkish,  karya dari bidang kepenulisan Inkubator yang dimoderatori oleh Tismen Yoga Pradana.  Launching Inkish berbeda dengan Labostra. Labostra tidak memberikan pengumuman siapa pemenang dari kontributor yang telah menulis dalam Akastra,  namun Inkubator mengumumkan dua karya terbaik. Adapun dua karya terbaik yang dibedah,  yaitu karya Latifah millati dengan judul “Mesin lemin (Lemper Mini):  Solusi Pembuangan Makanan Layak Konsumsi” dan karya dari Ahmad Padhlillah dengan judul “Bullying Di Dunia Remaja: Guyonan yang Menjadi Malapetaka.

Kedua karya tersebut dibedah oleh Ardi Wira Saputra.  Ardi mengatakan bahwa esai tentang Lemin merupakan inovasi baru di tengah modernnya teknologi saat ini dan bisa menjadi salah satu cara efektif untuk meminimalisasi pembuangan makanan. Berbeda dengan esai kedua yang bertema bullying,  Ardi mengatakan, “Masa remaja memang banyak bully dan esai ini memberikan solusi yang mudah diterapkan oleh teman-teman lainnya, ” tutur Ardi.  Ia juga menambahkan bahwa pisau bedah untuk esai bully kurang, permasalahan bullying dan bentuk-bentuknya kurang ditonjolkan.

Launching terakhir adalah launching dari bidang kepenulisan Jurnalistik LPM Siar yang dimoderatori oleh Irmaya Merdiana. Antologi LPM Siar yang berjudul “Campur Sari” ini dibedah oleh Sofwatul Widad Ardiana Putri,  Direktur LPM Siar dan Robiatul Adawiyah,  Redaktur Pelaksana Online LPM Siar. Jika dari bidang kepenulisan lain tidak memberikan batasan tema dalam penulisannya, LPM Siar membatasi para kontributornya dengan tema “Humanisme”.  Putri mengatakan diangkatnya tema Humanisme karena sebagai seseorang yang hidup di dalam masyarakat luas dan sebagai anggota dari Pers Mahasiswa para anggota Siar mempunyai kewajiban untuk ikut peduli dengan keadaan yang terjadi di sekitar. Antologi ini ditulis oleh 23 anggota LPM Siar yang terbagi dari beberapa karya,  yaitu opini,  featurs,  dan esai. (bia//pti)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan