Keyla menyesal tak dapat hadir saat sahabatnya, Candy dibenamkan pada peristirahatan terakhirnya. Apa boleh buat, Keyla dan Candy yang selalu bareng dari TK sampai SMA itu kini dipisahkan oleh jarak lantaran beda universitas. Keyla di universitas barat sedangkan Candy menetap di timur. Usai jam kuliah selesai, Keyla bersikeras untuk pulang kampung dan melayat ke rumah Candy.

Malam itu Keyla menemui ibu Candy. Dipeluknya Keyla bak memeluk Candy. Sebagai seorang ibu yang kehilangan anaknya, wajar wanita itu menangis, namun sebagai mahasiswa psikologi, Keyla mendengus bau ketidakwajaran pada kesedihan ibu Candy. Dan benar saja, Candy tewas secara tidak wajar seperti kesedihan yang Keyla tangkap. Ibu Candy menceritakan bahwa Candy ditemukan tewas di pinggir pantai tanpa kepala setelah dua hari tidak pulang rumah. Begitu mengejutkanku.

Meskipun terpisah oleh jarak yang memisahkan dan waktu yang tak berhenti bergerak, keduanya masih berkomunikasi via whatsapp. Candy bercerita kepada Keyla, bahwa ia memiliki seorang pacar. Candy juga bercerita bahwa pacarnya berpostur badan tinggi, memiliki kulit putih bak oppa-oppa korea, hidung mancung, gigi gingsul, dan oh iya satu lagi, hobinya adalah mengelus-elus rambut Candy, pacarnya juga seringkali mengatakan, “Aku suka rambutmu, harum.” Iya, memang Candy memiliki rambut yang Keyla pikir cocok buat jadi duta shampoo lain. Hahaha. Ups!

Terakhir kali keduanya tukar pesan, Candy bercerita bahwa dirinya diajak main oleh pacarnya ke pantai yang masih virgin, entah dimana, Keyla tidak ingat nama pantainya, yang jelas pantai itu belum terjamah oleh banyak orang.

DEG.

Tewas tanpa kepala

Suka rambut harum

Pacar

Keyla menepuk jidatnya.

“Anjir!”

“Kenapa Key?” tanya ibu Candy. Keyla menggeleng dan tersenyum, mengisyaratkan tidak terjadi apa-apa.

Di kamar kos pacar Candy, terpampang foto-foto rambut hitam kemilau milik Candy yang ia jepret diam-diam. Laki-laki itu membuka lemari. Dibalik setumpuk bajunya, terdapat kepala Candy beserta rambut hitam yang masih tertanam di batok kepala itu.

“Aku suka bau harum rambutmu jadi kubawa pulang beserta kepalamu, ohh sayaaangg.”

Tinggalkan Balasan