Katanya negeri ini demokratis
Tapi masih banyak rakyat menangis
Mereka yang masih dipandang dengan sinis,
mati-matian mengais isi perut sampai tenaga terkuras habis
Hanya bisa menatap kaum elite dengan miris

Katanya negeri ini demokratis
Banyak perkara krisis,
yang diperlukan analitis
Tapi berkali-kali berusaha ditepis
katanya agar tetap ‘harmonis’
Dan kami hanya bisa meringis

Katanya negeri ini demokratis
Tapi menganggap kami anarkis
Tuan bilang harus bersikap etis
Keadaan menjadi dilematis
Kami harus tetap bersikap kritis,
atau cukup dengan apatis?

Katanya negeri ini demokratis
Atau jangan jangan, hanya sebuah mistis?

Tinggalkan Balasan