Pandemi Covid-19 di Indonesia masih meresahkan sampai saat ini. Tak terkecuali Jawa Timur, per tanggal 11 Juni 2020 pukul 21.00 WIB terdaftar sebagai wilayah kategori zona merah dengan jumlah pasien positif mencapai 7.096. Kabupaten Ponorogo, hingga saat ini kasus positif terjangkit Covid-19 mencapai 34 orang, baik yang dirawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri.

Segala upaya untuk menanggulangi pandemi Covid-19 telah diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Mulai dari pembentukan Satgas Siaga Covid-19 pada setiap desa, penerapan physical distancing, kewajiban memakai masker pada saat keluar rumah, pengawasan di setiap perbatasan Kabupaten Ponorogo, penutupan jalan, hingga penyemprotan desinfektan. Kendati penyebaran virus tidak dapat diprediksi, masyarakat dihimbau pemerintah untuk tetap menjaga kebersihan dan  melaksanakan  segala upaya yang telah dianjurkan pemerintah guna menanggulangi virus tersebut. Namun tidak sedikit pula masyarakat yang masih kurang kesadaran bahkan bersikap tidak acuh dalam mengimplementasikan kebijakan yang dilakukan pemerintah.

Mahasiswa Universitas Negeri Malang dalam rangka upaya pencegahan  penularan Covid-19 sekaligus mengabdi kepada masyarakat dengan membantu pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Desa Kupuk Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo, melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Edisi Covid-19, yakni pendonasian bilik steril.

Penyerahan bilik steril kepada Kepala Desa Kupuk

Pendonasian bilik steril guna menunjang kelengkapan perlengkapan posko satgas siaga Covid-19 Desa Kupuk. Bantuan bilik steril diserahkan langsung  kepada Kepala Desa Kupuk Bapak Agus Setiyono pada Senin,(15/06). Pendonasian bilik steril sebagai salah satu bentuk program kerja kelompok dan penyerahannya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan mengimplementasikan anjuran pemerintah yaitu physical distancing dan memakai masker.

Bilik steril

Tujuan bilik steril yakni untuk meminimalisir penularan virus dari luar Desa Kupuk. Nantinya bilik steril tersebut disambungkan dengan ember yang berisikan air yang telah ditambahkan cairan disinfektan selanjutnya dipergunakan untuk menyemprot warga atau pendatang dari luar wilayah Kabupaten Ponorogo yang akan menetap atau tinggal di Desa Kupuk yang selanjutnya akan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Tidak hanya penyemprotan bilik steril, Mahasiswa KKN UM juga ikut berpartisipasi dalam penjagaan posko satgas siaga Covid-19 dengan mengecek suhu, mendata pendatang yang masuk ke Desa Kupuk, memberikan hand sanitizer. Penjagaan posko sendiri akan dilaksanakan oleh anggota KKN Desa Kupuk selama lima hari kerja mulai dari hari Senin sampai dengan hari Jumat. Tidak hanya jaga posko, mahasiswa juga ikut membantu dalam pelayanan desa yang sekiranya Mahasiswa UM mampu. Hal tersebut bertujuan untuk singkronisasi antara mahasiswa dengan pihak desa.

Bilik steril tersebut rencananya akan ditempatakan di posko satgas siaga Covid-19 desa yang berlokasi di Kantor Balai Desa Kupuk untuk mensterilkan pendatang dari luar kota dengan menyemprotkan desinfektan. Kepala Desa dan masyarakat antusias dengan adanya bilik steril dari Mahasiswa KKN UM. Diharapkan dengan ditambahnya peralatan tersebut penularan Covid-19 dapat dihentikan.

Pewarta: Wulandari dan Imam Jihadi Muslim

Fotografer: Yungki Susanto

Penyunting: Mita

*Tulisan ini berasal dari kontributor rubrik spesial  [#SiaranKKN] – Hei, Kita Ke sana Ngapain? untuk mewadahi dokumentasi kegiatan KKN Mahasiswa Universitas Negeri Malang.

Tinggalkan Balasan